PENCEMARAN LINGKUNGAN
Sebagai seorang pelajar, kalian pasti
tidak asing lagi dengan sampah
plastik. Sampah jenis ini sering kali kita temui di sekitar kita.
Jika kita
amati
dengan cermat, sampah
plastik ada di seluruh kehidupan manusia, di darat, diudara, di sungai, bahkan
di laut. Tahukah kamu kalau sampah plastik akan sukar sekali diuraikan oleh
lingkungan? Lalu apa dampaknya jika smpah tersebut sukar diuraikan oleh
lingkungan? Simaklah penjelasan pada bab ini.
A. PENGERTIAN
Lingkungan diartikan sebagai suatu ruangan
dengan segala objek, keadaan, kondisi maupun makhluk hidup termasuk manusia dan
perilakunya yang saling mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan
makhluk hidup lain. Menurut Ensiklopedia Kehutanan, lingkungan adalah jumlah
total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan
reproduksi pohon, yang mencakup hal yang sangat luas, seperti tanah,
kelembaban, cuaca, pengaruh hama dan penyakit, juga intervensi manusia.
Sedangkan pencemaran sendiri adalah peristiwa masuknya zat-zat ataupun komponen lain yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan merugikan makhluk hidup dalam suatu ruang interaksi makhluk hidup untuk bertahan hidup (survive). Pencemaran lingkungan sendiri dapat disebabkan oleh kegiatan manusia ataupun proses alami. Pencemaran merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar.
Pencemaran biasa disebut juga dengan polusi. Sesuatu yang menyebabkan adanya polusi (pencemaran) sendiri disebut dengan polutan jika komponen tersebut melebihi batas normal dan berada pada ruang dan waktu yang tidak tepat. Adanya polutan tersebut, menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak sesuai dengan fungsinya. Akibatnya, akan terjadi kerusakan lingkungan yang mengganggu dan merugikan makhluk hidup.
Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi,
maka semakin banyak ditemukan alat yang memudahkan urusan kehidupan sehari-hari. Incenerator adalah teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi
lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal. Insinerasi material sampah
mengubahsampah menjadi abu, gas sisa hasil pembkaran, partikulat dan gas. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan
dari polutan sebelum dilepas ke atmosfer. Panas yang
dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik. Sehingga
dengan adanya teknologi ini selain dapat mengatasi permasalahan polutan, juga
dapat menghasilkan salah satu bentuk energi yang terbarukan.
Perubahan keseimbangan lingkungan dapat memberikan
dampak buruk bagi kehidupan makhluk hidupberupa pengurangan fungsi dari
komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya
rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan itu. Lingkungan yang seimbang
memiliki daya lenting dan daya dukung yang tingi. Daya lenting adalah daya
untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Daya dukung adalah kemampuan lingkungan
untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan
berkembang secara wajar di dalamnya.
Keseimbangan Iingkungan ini ditentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara bahan makanan yang terbentuk dengan yang digunakan, seimbangnya antara faktor-faktor abiotik dengan faktor-faktor biotik. Gangguan terhadap salah satu faktor dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Kegiatan pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia sering menimbulkan perubahan lingkungan yang menjadikan kerusakan dalam taraf yang sudah mengkawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran lingkungan saat ini sudah menjadi isu lokal, nasional dan global.
B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN LINGKUNGAN
Perubahan lingkungan yang
menyebabkan kerusakan lingkungan bisa terjadi karena faktor alam maupun faktor
manusia yaitu:
1.
Perubahan Lingkungan Karena Faktor Manusia
Manusia memiliki berbagai jenis
kebutuhan, baik kebutuhan pokok atau kebutuhan lainnya. Dalam memenuhi
kebutuhan tersebut manusia memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Semakin
banyak jumlah manusia, semakin banyak pula sumber daya alam yang digali. Dalam
proses pengambilan, pengolahan, dan pemanfaatan sumberdaya alam terdapat zat
sisa yang tidak digunakan oleh manusia. Sisa-sisa tersebut dibuang karena dianggap
tidak ada manfaatnya lagi. Proses pembuangan yang tidak sesuai dengan mestinya
akan mencemari perairan, udara, dan daratan. Sehingga lama-kelamaan lingkungan
menjadi rusak. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pencemaran terjadi
dimana-mana berdampak pada menurunya kemampuan kungan menimbulkan dampak buruk
bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam. Beberapa kegiatan manusia yang
dapat meneyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yaitu penebangan dan
pembakaran hutan; penambangan dan perburuan liar; pembangunan perumahan; penerapan
intensifikasi pertanian; penggunaan bahan-bahan kimia dan pestisida secara
berlebihan; eksploitasi sumber daya laut dan Perusakan terumbu karang dan penggunaan
kendaraan bermotor.
2. Perubahan
Lingkungan Karena Faktor Alam
Sadar atau tidak lingkungan yang
kita tempati sebenarnya selalu berubah. Pada awal pembentukannya bumi sangat
panas seehingga tidak ada satupun bentuk kehidupan yang berada didalamnya. Namun
dalam jangka waktu yang sangat lama dan berangsur-angsur lingkungan bumi berbah
menjadi lingkungan yang memungkinkan adanya bentuk kehidupan. Perubahan keseimbangan
lingkungan itu terjadi karena adanya faktor-faktor alam yaitu pada komponen
biotik dan abiotik. Beberapa faktor alam yang dapat mempengaruhi berubahnya
kondisi lingkungan antara lain bencana alam, seperti gunung meletus, tsunami,
tanah longsor, banjir, dan kebakaran hutan. Bencana alam tesebut dapat mengubah
lahan pertanian menjadi danau, kawasan yang telah tertata menjadi
porak-poranda, dan menyebabkan terputusnya rantai makanan akibat menurunnya
populasi suatu jenis makhluk hidup yang menunjukkan bahwa keseimbangan
lingkungan sudah terganggu.
C. MACAM-MACAM PENCEMARAN
Pencemaran dapat bersumber dari pencemaran
alami dan kegiatan manusia. Pencemaran alami adalah pencemaran dengan bahan
yang berasal dari bencana alam, misalnya partikel gas atau debu yang berasal
dari gunung meletus. Sedangkan pencemaran akibat kegiatan manusia, contohnya
kegiatan industri yang menghasilkan limbah, transportasi, pertambangan, serta
rumah tangga.
Pencemaran lingkungan sendiri terdapat banyak
macam dan jenisnya. Jika dilihat dari sifat zat pencemarnya, dapat dibedakan
menjadi tiga macam, yakni :
1.
Pencemaran biologis
Pencemaran
biologis yaitu pencemaran yang disebabkan oleh berbagai macam mikroba.
Mikroba-mikroba tersebut dapat memicu timbulnya wabah penyakit. Polutan ini
biasanya mencemari air sumur, sungai maupun danau. Pencemaran ini bisa
bersumber dari orang yang menderita penyakit, atau sampah buangan maupun sumber
alam lain.
2.
Pencemaran Fisik
Pencemaran
fisik yaitu pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat, maupun
gas. Misalkan, air yang datang secara tiba-tiba dalam skala yang sangat besar
dapat menyebabkan banjir, maka air dikatakan sebagai fisik.
3.
Pencemaran Kimiawi
Pencemaran
kimiawi yaitu pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat kimia. Biasanya yang
banyak terjadi di lingkungan masa kini adalah limbah industri. Misalnya,
zat-zat logam berat yang terdapat dalam limbah industri (timbal atau air raksa)
ataupun senyawa-senyawa nonlogam seperti senyawa nitrat, asam sulfat, dan
zat-zat lain yang dapat mempengaruhi lingkungan mengalami kerusakan.
Pencemaran juga dapat dibedakan berdasarkan
lingkungan yang terkena pencemaran sebagai berikut :
1. Pencemaran Air
Sekitar 70% permuakaan bumi adalah air, 3%-nya
berupa air tawar. Air tawar inilah yang merupakan sumber air bagi manusia dan
makhluk hidup lainnya. Maka apabila terjadi pencemaran, maka hal itu akan
mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Pencemaran air
adalah masuknya bahan pencemar (polutan) ke dalam lingkungan berair. Polutan
tersebut dapat berasal dari limbah industri, limbah industri makanan dan
minuman, limbah rumah tangga, dan limbah minyak.
a. Limbah
Industri
Dalam industri, air biasa dipergunakan untuk bahan pelarut maupun mesin pendingin mesin, sehingga air limbah industri mengandung zat-zat logam berat dan panas. Misalnya, air raksa, kadmium, dan timbal. Limbah tersebut biasa dialirkan melalui gorong-gorong menuju sungai. Akibatnya, air sungai menjadi tercemar dan membahayakan makhluk hidup yang mengkonsumsi air tersebut. Bila air sungai tersebut mengalir ke laut maka laut akan tercemar dan merusak biota laut yang ada di dalamnya. Air sungai dan air laut yang tercemari logam limbah industri juga dapat meresap ke dalam tanah. Akibatnya, air tanah tercemar juga sampai ke sumur-sumur masyarakat.
b. Limbah
Industri Makanan dan Minuman
Industri makanan dan minuman, seperti industri
pengalengan buah-buahan, pengalengan ikan, produksi minyak goreng, pabrik gula,
banyak menghasilkan limbah. Limbahnya berbeda dengan limbah industri yang lain,
karena disini banyak menghasilkan limbah yang kaya bahan organik.
c. Limbah
Pertanian
Intensifikasi pertanian mendorong peningkatan penggunaan pupuk buatan dan pertisida. Penggunaan pupuk yang berlebihan tidak hanya menyuburkan tanah pertanian. Pupuk-pupuk yang berlebihan tersebut sebagian akan terbawa arus air ke kolam, danau maupun parit-parit yang mengakibatkan tempat tersebut sangat subut. Hal itu memicu tumbuhnya alga menjadi sangat pesat. Keadaan tersebut dikenal dengan blooming algae (ledakan alga). Pertumbuhan alga yang sangat cepat ini menyebabkan permukaan air akan tertutup oleh alga sehingga sinar matahari menembus ke bawah lapisan permukaan air, dan fitoplankton sulit berfotosintesis.
Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasmi hewan pengganggu (hama) ataupun tumbuhan pengganggu (gulma). Jenisnya beraneka ragam. Pestisida untuk memberantas serangga disebut insektisida. Untuk memberantas tumbuhan semak disebut herbisida. Untuk memberantas alga disebut algasida. Dan untuk memberantas hewan pengerat disebut rodentisida. Sedangkan untuk memberantas jamur disebut fungisida. Penggunaan pestisida untuk memberantas organisme pengganggu yang berlebihan juga dapat menimbulkan pencemaran air yang sangat membahayakan kehidupan. Dan secara tidak tepat sangat merugikan. Bukan hanya organisme pengganggu yang terbunuh, tetapi organisme lain yang bermanfaat juga ikut terbasmi.
d. Limbah Rumah
Tangga
Kegiatan rumah tangga juga menghasilkan limbah yang terdiri atas limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa dedaunan, kertas, plastik, kaleng, botol dan bahan sisa makanan. Limbah cair berupa air buangan yang mengandung bahan detergen dan bahan organik yang tidak terpakai. Limbah rumah tangga yang menjadi persoalan kini berasal dari kota-kota besar, yang kebanyakan dialirkan atau diarahkan ke parit-parit dan sungai-sungai. Akibatnya ekosistem perairan sungai menjadi tercemar.
Sungai yang tercemar oleh senyawa organik akan
berwarna hitam. Banyaknya senyawa organik akan menyebabkan terjadinya
penguraian zat tidak sempurna sebagian oleh mikroba. Penguraian tersebut akan menghasilkan
senyawa, seperti CO2 dan zat lain yang beraroma busuk sehingga
menyebabkan kemampuan air melarutkan oksigen sangat rendah. Hal ini menyebabkan
kehidupan hewan dan sebagian besar ikan terganggu pada lingkungan yang
demikian.
e. Limbah
Minyak
Minyak bumi merupakan bahan bakar utama
pembangkit tenaga pada alat transportasi maupun industri. Dalam proses
pengangkutan dan pemanfaatannya, tidak sedikit minyak yang tumpah. Tumpahnya
minyak dapat terjadi akibat kebocoran, kecelakaan, maupun tumpahan lainnya. Di
laut maupun sungai, tumpahan minyak yang menutup permukaan perairan akan sangat
mengganggu biota di dalamnya maupun di sekitarnya.
IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)
IPAL adalah
sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan
pada aktivitas yang lain. Fungsi dari IPAL mencakup:
- Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida dan sebagainya dari lingkungan pertanian.
- Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.
- Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.
Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beragam fungsi. Beberapa metode seperti biodegrasi. diketahui tidak mampu menangani air limbah secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.
2.
Pencemaran Air Tanah
Air tanah adalah air tawar yang ditemukan di
bawah permukaan tanah. Banyak masyarakat yang sumber kebutuhan airnya berasal
dari air tanah. Akibat pengelolaan air limbah yang tidak baik, banyak air tanah
yang tercemar oleh limbah. Limbah rumah tangga yang dialirkan bebas di atas
permukaan tanah, akan merembes ke dalam tanah. Limbah itu akan disaring dan
didaur ulang oleh tanah.
Kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur
ulang limbah terbatas. Bila limbah yang dibuang ke tanah lingkungan telah
melebihi kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur ulang maka limbah akan
terus mengikuti aliran air tanah. Bila masyarakat sekitar membuat sumur atau
sumur pompa maka tidak menutup kemungkinan air sumur tersebut ikut tercemar.
Apabila dikonsumsi oleh manusia, akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
3.
Pencemaran Udara
Udara yang menyelimuti permukaan bumi mempunyai
peranan besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Komposisi udara
bersih dan kering tampak pada tabel berikut:
Apabila terjadi pencemaran maka susunan udara berubah dari susunan keadaan normal. Hal ini akan mengganggu perikehidupan manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara adalah pengotoran udara akibat masuknya bahan atau zat asing, energi dan komponen lainnya ke dalam udara. Hal itu dapat menyebabkan komposisi atmosfer abnormal. Pencemaran udara juga dapat diartikan sebagai adanya salah satu atau lebih komponen gas di udara dalam jumlah berlebihan. Pencemaran udara biasa terjadi di daerah perkotaan dan daerah industri.
Zat-zat pemcemar udara umumnya berupa debu,
asap dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak dan
batu bara, oleh kendaraan bermotor dan mesin pabrik. Gas-gas tersebut sangat
mengancam kesehatan manusia, sebab gas-gas tersebut mengandung zat berbahaya.
1.
Asap dan debu
Asap adalah hasil pembakaran bahan organik yang
tidak sempurna. Pembakaran hutan, plastik, dan sampah organik akan menghasilkan
asap yang mempunyai dampak langsung kepada fungsi mata dan saluran pernapasan.
Sehingga asap sangat mengganggu kesehatan makhluk hidup dan apabila asap
terkumpul di atmosfer akan mengganggu pandangan dan menghambat cahaya matari.
2.
Karbon monoksida (CO)
Merupakan gas hasil pembakaran tidak sempurna
oleh mesin kendaraan bermotor. Apabila gas ini terhirup, maka gas tersebut akan
ikut beredar dalam darah manusia. Gas ini mempunyai daya ikat terhadap sel
darah merah lebih tinggi ketimbang daya ikat sel darah merah terhadap oksigen.
Apabila keracunan gas CO akan menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan
menyebabkan pingsan.
3.
Karbon dioksida (CO2)
Karbon dioksida dihasilkan oleh pembakaran
bahan bakar organik, seperti minyak bumi, batu bara, kayu, serta mesin pabrik
maupun kendaraan bermotor. Akan tetapi, setiap makhluk hidup pasti menghasilkan
zat sampingan berupa karbon dioksida. Bila kadar dalam tubuhnya berlebihan,
akan sangat mengganggu kesehatan. Dan apabila kadarnya di atmosfer meningkat
menyebabkan peningkatan suhu bumi.
4.
Sulfur oksida
Merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil,
juga dapat berasal dari letusan gunung berapi. Bila senyawa tersebut bertemu
dengan air akan bereaksi dan membentuk senyawa asam.
5.
Nitrogen oksida
Merupakan senyawa hasil pembakaran bahan bakar
fosil dan pembusukan bahan-bahan organik yang mengandung protein. Seperti
halnya sulfur oksida, apabila gas ini bertemu dengan air akan bereaksi
membentuk senyawa asam.
6.
CFC (Chlorofluorocarbon)
CFC biasa digunakan sebagai bahan pendingin AC
dan kulkas atau bisa juga sebagai aerosol pada penyemprot rambut dan obat
nyamuk. CFC amat ringan, sehingga setelah lepas dari semprotan akan terangkat
ke atmosfer bumi yang lebih tinggi. Bila bertemu ozon maka terjadilah
peningkatan ozon yang merupakan lapisan atmosfer bumi sebagai pelindung makhluk
hidup di bawahnya dari radiasi sinar ultraviolet. Maka hal ini akan mengancam
kehidupan di permukaan bumi.
Beberapa zat polutan di udara yang juga
berdampak negatif pada kehidupan manusia :
·
Senyawa dalam asap dapat menyebabkan mata
perih. Bila berlebihan dapat menyebabkan pandangan kabur.
·
Ozon akan menyebabkan iritasi saluran
pernapasan dan kecil kemampuan paru-paru melawan infeksi.
·
Karbon dioksida, bila terhirup akan mengurangi
kemampuan darah dalam mengangkut oksigen, sehingga menyebabkan fungsi
koordinasi otak menurun.
Explorasi:
Cobalah cari informasi di internet mengenai prinsip
kerja cerobong asap atau pesawat cotrel. Buat dalam bentuk makalah dan beri
keterangan gambar, lalu kumpulkan pada gurumu pada pertemuan selanjutnya!
4. Pencemaran Tanah
Tanah yang subur adalah tanah yang kaya unsur hara, humus, zat organik dan cukup air. Pada tanah yang suburlah proses-proses kehidupan tumbuhan, hewan, serta mikroba tanah berlangsung dengan baik. Bila ada komponen lain yang masuk ke dalam tanah sehingga mengganggu keseimbangan ekologi tanah maka terjadilah pencemaran tanah. Biasanya pencemaran tanah disebabkan oleh limbah industri, hujan asam, limbah rumah tangga, dan tumpahan minyak. Benda-benda yang mencemari tanah pada umumnya berupa kertas, kaleng, kantong plastik, betrai bekas, pestisida serta senyawa racun dan kimia lainnya.
Berdasarkan sifatnya, polutan-polutan tersebut
dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable).
Contohnya kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah-sampah dedaunan.
b. Polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses
alam (nonbiodegradable). Contohnya gelas, pestisida, residu radioaktif,
dan logam toksik. Bahan yang tidak terurai tersebut akan tetap berada pada
lingkungan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga akan mengganggu
keseimbangan ekosistem.
5.
Pencemaran suara
Pencemaran
suara disebabkan oleh suara bising secara terus-menerus. Satuan kekuatan suara
adalah desibel (dB). Sumbernya adalah suara petir, suara lalulintas darat,
pesawat terbang,mesin pabrik, dan suara gaduh lainnya. Kekuatan suara berbagai
kegiatan berbeda-beda. Suara dianggap sebagai pencemar apabila suara yang tidak
diinginkan masuk ke lingkungan manusia, sehingga mengganggu aktivitas manusia.
Bahkan suara yang terlalu
keras dapat merusak fungsi telinga.
Tugas Proyek: Praktik membuat produk peredam suara.
Ada beberapa bahan yang bisa Anda manfaatkan sebagai peredam suara, seperti halnya tempat telur. Namun, untuk menjadikan tempat telur sebagai peredam suara yang maksimal, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut ini caranya:
1.
Terlebih dahulu bersihkan dinding
dari kotoran dan pastikan ruangan yang akan dipasang peredam suara tidak
lembap.
2.
Karena, pada dasarnya tempat telur
memang sangat rentan terhadap air dan kelembapan. Ketika Anda akan memasang
peredam suara di suatu ruangan, pastikan jika atap tidak bocor dan jika memang
bocor segera perbaiki agar bocoran tidak menyebar dan merusak dinding kedap
suara.
3.
Jika dinding sudah bersih,
tempelkan karpet ke seluruh dinding ruangan dengan menggunakan paku.
4.
Setelah karpet sudah tertempel
rapi pada dinding, ambil tempat telur dan rekatkan dua tempat telur ke dinding
dengan menggunakan staples atau lem. Jajarkan tempat telur tersebut hingga
menutupi seluruh bidang ruangan. Lakukan hal tersebut pada bagian plafon.
5. Untuk menutupi celah diantara jajaran tempat telur, gunakan lakban kertas. Setelah dinding telah terpasang busa telur, laburkan cat tembok warna putih. Gunanya sebagai lapisan cat dasar.
6. Yang terakhir, semprotkan cat warna-warni ke dinding dan plafond an biarkan hingga mengering dengan baik.
D. DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN
Manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan hidupnya. Terdapat hubungan yang saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Perubahan pada satu subsistem dalam ekosistem akan dapat menimbulkan goncangan ekologis. Alam sendiri menyediakan mekanisme keseimbangan alamiah, namun kadang-kadang perubahan tersebut tidak dapat dinetralisir oleh mekanisme tadi, terlebih lagi apabila perubahan itu sengaja dibuat manusia. Dengan demikian manusia akan menjadi faktor penyebab utama terhadap berbagai daur biologi di lingkungan hidupnya.
Beberapa tipe perubahan lingkungan karena perbuatan manusia terhadap daur biologi dapat dikelompokkan menjadi:
1. bertambah dalam volume dan kecepatan daur biologi
2. bertambah dalam volume, kecepatan daur biologi berkurang
3. berkurang dalam volume, kecepatan daur biologi bertambah
4.
berkurang dalam volume dan kecepatan daur biologi
5.
penambahan materi sintetik mempunyai dampak terhadap daur biologi
Perubahan lingkungan hidup dapat menimbulkan berbagai masalah langsung
dan tidak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, karena itu kita mulai menghadapi apa yang
dinamakan masalah lingkungan hidup.
E. AKIBAT PENCEMARAN SECARA
GLOBAL
Berbagai bahan pencemar tidak hanya merugikan
makhluk hiduo jenis tertentu, tetapi telah berpengaruh kepada dunia secara
global.
1. Hujan Asam
Zat Nox dan SOx di udara akan mengakibatkan hujan asam. Ini berarti terjadi perubahan pH air hujan. Perubahan pH air hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan rusaknya jaringan tumbuhan. Bila udara lembap yang mengandung uap air asam terhirup oleh pernapasan manusia akan mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan. Hujan asam juga berdampak pada ekosistem air. Sebab yang jatuh ke sungai menyebabkan pH air sungai menurun secara berlebihan. Sehingga akan sangat mengganggu komunitas biota ekosistem air. Dan ekosistem daratan menjadi tandus sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.
Dampak tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3 sesuai akibatnya, sebagai berikut:
2.
Penipisan Lapisan Ozon
Lapisan ozon
merupakan selimut atmosfer bumi. Lapisan ini mencegah radiasi ultraviolet
cahaya matahari. Akibat pencemaran CFC, banyak partikel ozon terikat oleh
radikal klor dari CFC. Selanjutnya, terjadilah penipisan lapisan ozon dan
kemungkinan terbentuk lubang lapisan ozon. Hal ini yang menyebabkan intensitas
sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi meningkat tajam. Akibatnya timbul
penyakit mematikan oleh pengaruh sinar ultraviolet yang sangat besar.
3.
Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca terjadi karena di atmosfer bumi ada gas yang mampu menyerap sinar inframerah, yaitu sinar panas yang dipancarkan ke bumi. Gas yang mampu memberikan efek rumah kaca dikenal dengan gas rumah kaca (GRK), yang terdiri dari CO2, nitrogen oksida, uap air, maupun CFC. Bila gas-gas tersebut bergabung akan membentuk awan yang memiliki sifat seperti kaca, yaitu dapat ditembus cahaya matahari, tetapi menyerap sinar panas (inframerah). Bila gas rumah kaca terus meningkat maka efek rumah kaca yang meningkat juga menimbulkan suhu permukaan bumi naik sehingga disebut pemanasan global.
Berikut
ini usaha-usaha yang dapat dilakukan
sebagai berikut:
1.
Mengatasi Pencemaran Air
Pencemaran air oleh limbah rumah tangga dalam bentuk
sampah dan air limbah, dapat dicegah dengan cara-cara berikut:
- Membuat
tempat penampungan limbah yang berupa air buangan
- Membuat
tempat pembuangan sampah
- Membuat
lubang untuk memuang sampah selanjutnya, ditimbun dengan tanah
- Memanfaatkan
sampah untuk dibuat pupuk (kompos)
Pada limbah pertanian, pencemaran air dapat dicegah
dengan cara:
- Pengaturan
terhadap penggunaan pupuk buatan (yaitu menggunakan pupuk hanya pada saat
tanaman tumbuh, tidak memupuk lahan kosong, tidak memupuk ketikan hujan,
dan tidak membuang sisa pupuk ke sungai dan danau).
- Mencegah
limbah pertanian agar tidak mengalir ke sungai dan danau
- Menggunakan
pestisida yang mudah diuraikan oleh alam
- Menanam
tanaman pertanian yang kebal terhadap serangga hama
- Menggunakan metode/cara lain selain menggunakan pestisida, misalnya dengan biological control.
Pencemaran air oleh
limbah industri dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara pembuangan limbah
industri yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan atau
ekosistem. Setiap pabrik harus memiliki penampungan limbah. Limbah pabrik
kemudian diproses atau diolah. Dengan demikian bahan dari limbah yang berupa
zat-zat beracun dapat dihilangkan. Pencemaran air oleh logam yang berasal dari
industri dapat dicegah atau diatasi dengan cara menaman tumbuhan sejenis
alang-alang di sekitar perairan tempat pembuangan limbah. Pencemaran air oleh limbah minyak dapat
dicegah atau ditanggulangi dengan cara menghindari kebocoran minyak di laut
baik oleh kapal tanker maupun pengeboran minyak lepas pantai. Namun apabila
kebocoran terjadi maka minyak dibersihkan dengan cara bioremediasi.
Bioremediasi adalah penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan polusi. Selain
itu pembersihan minyak di laut juga dapat dilakukan dengan cara membuat
penghalang mekanik sehingga air laut yang tercemar minyak tidak mencapai
pantai. Kemudian dilakukan penyedotan terhadap tumpahan minyak tersebut.
2.
Mengatasi Pencemaran Udara
Polusi udara dapat disebabkan oleh
beberapa polutan, antara lain CO2, CO, NO2, SO2, CFC dan asap.
Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulannya dapat dilakukan berdasarkan
sumber polutannya. Sumber
polutan berupa karbon dioksida (CO2) dan karbon
monoksida dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara mencegah penebangan hutan
untuk lahan pertanian mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, misalnya dengan
mencari sumber alternatif pengganti bahan bakar minyak, dan memperluas daerah
penghijauan dan reboisasi.
Polusi
oleh CFC dapat ditanggulangi dengan cara mengurangi penggunaan CFC. Sehingga
kehancuran lapisan ozon dapat dikurangi. CFC dapat berada di atmosfer dalam
jangka waktu yang sangat lama. CFC membutuhkan waktu sekitar seratus tahun agar
bisa hilang. Polusi udara oleh
asap ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Polusi oleh asap dapat dicegah dan
ditanggulangi dengan cara mencegah pembakaran bahan-bahan beracun di udara
terbuka, mencegah terjadinya kebakaran hutan, dan menggunakan bahan bakar yang
sedikit menggunakan asap.
3.
Mengatasi Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah yang ditimbulkan oleh pestisida. Pencegahan dan penanggulangannya dengan cara menggunakan pestisida sesuai dengan aturannya. Sedangkan penanggulangan pencemaran oleh limbah industri, yaitu pabrik harus memiliki tempat penampungan dan pengolahan limbah.
4.
Mengatasi Pencemaran Suara
Pencemaran suara dapat dicegah dan diatasi, antara
lain dengan cara berikut.
- Tidak
membunyikan televisi, tape, atau radio terlalu keras.
- Tidak
membangun bandara di dekat pemukiman penduduk.
- Tidak
membangun pabrik di dekat pemukiman penduduk.
- Para
tenaga kerja pabrik yang berada pada lingkungan suara yang keras,
dianjurkan menggunakan peredam suara di telinga.
Makhluk
hidup membutuhkan lingkungan untuk tempat hidupnya. Karena makhluk hidup tidak
bisa dipisahkan dari lingkungannya. Lingkungan tempat tinggal sangat
berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup makhluk hidup yang tinggal di
dalamnya. Sekian pembahasan mengenai pencemaran lingkungan. Semoga bermanfaat.
Referensi
:
Anshori,
Moch & Djoko Martono, 2009, Biologi 1: Untuk Sekolah Menengah Atas
(SMA)-Madrasah Aliyah (MA). Jakarta: Pusat Perbukuan.
Eddy,
Karden. 2003. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan.
Endah
S. dkk., 2013, Buku Guru Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013, Klaten,
Intan Pariwara.
Irnaningtyas,
2010. Buku teks Biologi SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga.
Priadi,
Aris., 2009, Biology 1 For SenIor High School Year X, Yudhistira.
Sakka.,
A. 2016. Dampak Limbah Dan Polusi Terhadap Manusia Dan Lingkungan.Alauddin Univercity Press
Soegianto,
Agoes. 2010. Ilmu Lingkungan. Suarabaya: Pusat Penerbit dan Percetakan Unair
(UAP)
Sri
Pujiyanto, dkk., 2016, Buku siswa Menjelajah Dunia Biologi kelas X SMA/MA.
Penerbit Tiga Serangkai.
Peraturan
Pemerintah Republic Indonesia No.101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah
Bahan Berbahaya Dan Beracun
Widayati,
Sri, Siti Nur Rochmah, Zubedi. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional
Yusa,
Manickam B., 2013. Aktif dan Kreatif Belajar Biologi 1 Untuk Kelas X SMA/MA
Peminatan MIPA, Bandung: Grafindo Media Tama.
Hartono, Slamet Prawiro. 2004. Sains Biologi Satu. Jakarta: Bumi Aksara.
















0 komentar:
Posting Komentar