Selasa, 30 Maret 2021

 PENCEMARAN LINGKUNGAN

Sebagai seorang pelajar, kalian pasti tidak asing lagi dengan sampah plastik. Sampah jenis ini sering kali kita temui di sekitar kita. Jika kita amati dengan cermat, sampah plastik ada di seluruh kehidupan manusia, di darat, diudara, di sungai, bahkan di laut. Tahukah kamu kalau sampah plastik akan sukar sekali diuraikan oleh lingkungan? Lalu apa dampaknya jika smpah tersebut sukar diuraikan oleh lingkungan? Simaklah penjelasan pada bab ini.


A. PENGERTIAN

Lingkungan diartikan sebagai suatu ruangan dengan segala objek, keadaan, kondisi maupun makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang saling mempengaruhi kelangsungan kehidupan dan kesejahteraan makhluk hidup lain. Menurut Ensiklopedia Kehutanan, lingkungan adalah jumlah total dari faktor-faktor non genetik yang mempengaruhi pertumbuhan dan reproduksi pohon, yang mencakup hal yang sangat luas, seperti tanah, kelembaban, cuaca, pengaruh hama dan penyakit, juga intervensi manusia.

Sedangkan pencemaran sendiri adalah peristiwa masuknya zat-zat ataupun komponen lain yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan merugikan makhluk hidup dalam suatu ruang interaksi makhluk hidup untuk bertahan hidup (survive). Pencemaran lingkungan sendiri dapat disebabkan oleh kegiatan manusia ataupun proses alami. Pencemaran merupakan masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Menurunnya kualitas lingkungan terlihat dari melemahnya fungsi atau menjadi kurang dan tidak sesuai lagi dengan kegunaannya, berkurangnya pertumbuhan serta menurunnya kemampuan reproduksi. Pada akhirnya ada kemungkinan terjadinya kematian pada organisme hidup dalam lingkungan tersebut. Segala sesuatu yang dapat menimbulkan pencemaran disebut dengan polutan atau bahan pencemar.

Pencemaran biasa disebut juga dengan polusi. Sesuatu yang menyebabkan adanya polusi (pencemaran) sendiri disebut dengan polutan jika komponen tersebut melebihi batas normal dan berada pada ruang dan waktu yang tidak tepat. Adanya polutan tersebut, menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak sesuai dengan fungsinya. Akibatnya, akan terjadi kerusakan lingkungan yang mengganggu dan merugikan makhluk hidup.

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, maka semakin banyak ditemukan alat yang memudahkan urusan kehidupan sehari-hari. Incenerator adalah teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik. Insinerasi dan pengolahan sampah bertemperatur tinggi lainnya didefinisikan sebagai pengolahan termal. Insinerasi material sampah mengubahsampah menjadi abu, gas sisa hasil pembkaran, partikulat dan gas. Gas yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke atmosfer. Panas yang dihasilkan bisa dimanfaatkan sebagai energi pembangkit listrik. Sehingga dengan adanya teknologi ini selain dapat mengatasi permasalahan polutan, juga dapat menghasilkan salah satu bentuk energi yang terbarukan.


Perubahan keseimbangan lingkungan dapat memberikan dampak buruk bagi kehidupan makhluk hidupberupa pengurangan fungsi dari komponen atau hilangnya sebagian komponen yang dapat menyebabkan putusnya rantai makanan dalam ekosistem di lingkungan itu. Lingkungan yang seimbang memiliki daya lenting dan daya dukung yang tingi. Daya lenting adalah daya untuk pulih kembali ke keadaan seimbang. Daya dukung adalah kemampuan lingkungan untuk dapat memenuhi kebutuhan sejumlah makhluk hidup agar dapat tumbuh dan berkembang secara wajar di dalamnya.

Keseimbangan Iingkungan ini ditentukan oleh seimbangnya energi yang masuk dan energi yang digunakan, seimbangnya antara bahan makanan yang terbentuk dengan yang digunakan, seimbangnya antara faktor-faktor abiotik dengan faktor-faktor biotik. Gangguan terhadap salah satu faktor dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Kegiatan pembangunan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia sering menimbulkan perubahan lingkungan yang menjadikan kerusakan dalam taraf yang sudah mengkawatirkan. Perubahan lingkungan akibat pencemaran lingkungan saat ini sudah menjadi isu lokal, nasional dan global.

B.  FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN LINGKUNGAN

Perubahan lingkungan yang menyebabkan kerusakan lingkungan bisa terjadi karena faktor alam maupun faktor manusia yaitu:

1.         Perubahan Lingkungan Karena Faktor Manusia

Manusia memiliki berbagai jenis kebutuhan, baik kebutuhan pokok atau kebutuhan lainnya. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut manusia memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia. Semakin banyak jumlah manusia, semakin banyak pula sumber daya alam yang digali. Dalam proses pengambilan, pengolahan, dan pemanfaatan sumberdaya alam terdapat zat sisa yang tidak digunakan oleh manusia. Sisa-sisa tersebut dibuang karena dianggap tidak ada manfaatnya lagi. Proses pembuangan yang tidak sesuai dengan mestinya akan mencemari perairan, udara, dan daratan. Sehingga lama-kelamaan lingkungan menjadi rusak. Kerusakan lingkungan yang diakibatkan pencemaran terjadi dimana-mana berdampak pada menurunya kemampuan kungan menimbulkan dampak buruk bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam. Beberapa kegiatan manusia yang dapat meneyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yaitu penebangan dan pembakaran hutan; penambangan dan perburuan liar; pembangunan perumahan; penerapan intensifikasi pertanian; penggunaan bahan-bahan kimia dan pestisida secara berlebihan; eksploitasi sumber daya laut dan Perusakan terumbu karang dan penggunaan kendaraan bermotor.

2.       Perubahan Lingkungan Karena Faktor Alam

Sadar atau tidak lingkungan yang kita tempati sebenarnya selalu berubah. Pada awal pembentukannya bumi sangat panas seehingga tidak ada satupun bentuk kehidupan yang berada didalamnya. Namun dalam jangka waktu yang sangat lama dan berangsur-angsur lingkungan bumi berbah menjadi lingkungan yang memungkinkan adanya bentuk kehidupan. Perubahan keseimbangan lingkungan itu terjadi karena adanya faktor-faktor alam yaitu pada komponen biotik dan abiotik. Beberapa faktor alam yang dapat mempengaruhi berubahnya kondisi lingkungan antara lain bencana alam, seperti gunung meletus, tsunami, tanah longsor, banjir, dan kebakaran hutan. Bencana alam tesebut dapat mengubah lahan pertanian menjadi danau, kawasan yang telah tertata menjadi porak-poranda, dan menyebabkan terputusnya rantai makanan akibat menurunnya populasi suatu jenis makhluk hidup yang menunjukkan bahwa keseimbangan lingkungan sudah terganggu.







C.  MACAM-MACAM PENCEMARAN

Pencemaran dapat bersumber dari pencemaran alami dan kegiatan manusia. Pencemaran alami adalah pencemaran dengan bahan yang berasal dari bencana alam, misalnya partikel gas atau debu yang berasal dari gunung meletus. Sedangkan pencemaran akibat kegiatan manusia, contohnya kegiatan industri yang menghasilkan limbah, transportasi, pertambangan, serta rumah tangga.

Pencemaran lingkungan sendiri terdapat banyak macam dan jenisnya. Jika dilihat dari sifat zat pencemarnya, dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni :

1.    Pencemaran biologis

Pencemaran biologis yaitu pencemaran yang disebabkan oleh berbagai macam mikroba. Mikroba-mikroba tersebut dapat memicu timbulnya wabah penyakit. Polutan ini biasanya mencemari air sumur, sungai maupun danau. Pencemaran ini bisa bersumber dari orang yang menderita penyakit, atau sampah buangan maupun sumber alam lain.

2.    Pencemaran Fisik

Pencemaran fisik yaitu pencemaran yang disebabkan oleh benda cair, benda padat, maupun gas. Misalkan, air yang datang secara tiba-tiba dalam skala yang sangat besar dapat menyebabkan banjir, maka air dikatakan sebagai fisik.

3.    Pencemaran Kimiawi

Pencemaran kimiawi yaitu pencemaran yang disebabkan oleh zat-zat kimia. Biasanya yang banyak terjadi di lingkungan masa kini adalah limbah industri. Misalnya, zat-zat logam berat yang terdapat dalam limbah industri (timbal atau air raksa) ataupun senyawa-senyawa nonlogam seperti senyawa nitrat, asam sulfat, dan zat-zat lain yang dapat mempengaruhi lingkungan mengalami kerusakan.

Pencemaran juga dapat dibedakan berdasarkan lingkungan yang terkena pencemaran sebagai berikut :

1. Pencemaran Air

 Sekitar 70% permuakaan bumi adalah air, 3%-nya berupa air tawar. Air tawar inilah yang merupakan sumber air bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Maka apabila terjadi pencemaran, maka hal itu akan mengancam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lain. Pencemaran air adalah masuknya bahan pencemar (polutan) ke dalam lingkungan berair. Polutan tersebut dapat berasal dari limbah industri, limbah industri makanan dan minuman, limbah rumah tangga, dan limbah minyak.

a. Limbah Industri

 Dalam industri, air biasa dipergunakan untuk bahan pelarut maupun mesin pendingin mesin, sehingga air limbah industri mengandung zat-zat logam berat dan panas. Misalnya, air raksa, kadmium, dan timbal. Limbah tersebut biasa dialirkan melalui gorong-gorong menuju sungai. Akibatnya, air sungai menjadi tercemar dan membahayakan makhluk hidup yang mengkonsumsi air tersebut. Bila air sungai tersebut mengalir ke laut maka laut akan tercemar dan merusak biota laut yang ada di dalamnya. Air sungai dan air laut yang tercemari logam limbah industri juga dapat meresap ke dalam tanah. Akibatnya, air tanah tercemar juga sampai ke sumur-sumur masyarakat.

b. Limbah Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman, seperti industri pengalengan buah-buahan, pengalengan ikan, produksi minyak goreng, pabrik gula, banyak menghasilkan limbah. Limbahnya berbeda dengan limbah industri yang lain, karena disini banyak menghasilkan limbah yang kaya bahan organik.

c. Limbah Pertanian

Intensifikasi pertanian mendorong peningkatan penggunaan pupuk buatan dan pertisida. Penggunaan pupuk yang berlebihan tidak hanya menyuburkan tanah pertanian. Pupuk-pupuk yang berlebihan tersebut sebagian akan terbawa arus air ke kolam, danau maupun parit-parit yang mengakibatkan tempat tersebut sangat subut. Hal itu memicu tumbuhnya alga menjadi sangat pesat. Keadaan tersebut dikenal dengan blooming algae (ledakan alga). Pertumbuhan alga yang sangat cepat ini menyebabkan permukaan air akan tertutup oleh alga sehingga sinar matahari menembus ke bawah lapisan permukaan air, dan fitoplankton sulit berfotosintesis.

Pestisida adalah bahan kimia yang digunakan untuk membasmi hewan pengganggu (hama) ataupun tumbuhan pengganggu (gulma). Jenisnya beraneka ragam. Pestisida untuk memberantas serangga disebut insektisida. Untuk memberantas tumbuhan semak disebut herbisida. Untuk memberantas alga disebut algasida. Dan untuk memberantas hewan pengerat disebut rodentisida. Sedangkan untuk memberantas jamur disebut fungisidaPenggunaan pestisida untuk memberantas organisme pengganggu yang berlebihan juga dapat menimbulkan pencemaran air yang sangat membahayakan kehidupan. Dan secara tidak tepat sangat merugikan. Bukan hanya organisme pengganggu yang terbunuh, tetapi organisme lain yang bermanfaat juga ikut terbasmi.

d. Limbah Rumah Tangga

Kegiatan rumah tangga juga menghasilkan limbah yang terdiri atas limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa dedaunan, kertas, plastik, kaleng, botol dan bahan sisa makanan. Limbah cair berupa air buangan yang mengandung bahan detergen dan bahan organik yang tidak terpakai. Limbah rumah tangga yang menjadi persoalan kini berasal dari kota-kota besar, yang kebanyakan dialirkan atau diarahkan ke parit-parit dan sungai-sungai. Akibatnya ekosistem perairan sungai menjadi tercemar.

Sungai yang tercemar oleh senyawa organik akan berwarna hitam. Banyaknya senyawa organik akan menyebabkan terjadinya penguraian zat tidak sempurna sebagian oleh mikroba. Penguraian tersebut akan menghasilkan senyawa, seperti CO2 dan zat lain yang beraroma busuk sehingga menyebabkan kemampuan air melarutkan oksigen sangat rendah. Hal ini menyebabkan kehidupan hewan dan sebagian besar ikan terganggu pada lingkungan yang demikian.

e. Limbah Minyak

Minyak bumi merupakan bahan bakar utama pembangkit tenaga pada alat transportasi maupun industri. Dalam proses pengangkutan dan pemanfaatannya, tidak sedikit minyak yang tumpah. Tumpahnya minyak dapat terjadi akibat kebocoran, kecelakaan, maupun tumpahan lainnya. Di laut maupun sungai, tumpahan minyak yang menutup permukaan perairan akan sangat mengganggu biota di dalamnya maupun di sekitarnya.

IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)

IPAL adalah sebuah struktur yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi dari air sehingga memungkinkan air tersebut untuk digunakan pada aktivitas yang lain. Fungsi dari IPAL mencakup:

-  Pengolahan air limbah pertanian, untuk membuang kotoran hewan, residu pestisida dan sebagainya dari lingkungan pertanian.

-    Pengolahan air limbah perkotaan, untuk membuang limbah manusia dan limbah rumah tangga lainnya.

-  Pengolahan air limbah industri, untuk mengolah limbah cair dari aktivitas manufaktur sebuah industri dan komersial, termasuk juga aktivitas pertambangan.

Meski demikian, dapat juga didesain sebuah fasilitas pengolahan tunggal yang mampu melakukan beragam fungsi. Beberapa metode seperti biodegrasi. diketahui tidak mampu menangani air limbah secara efektif, terutama yang mengandung bahan kimia berbahaya.

2. Pencemaran Air Tanah

Air tanah adalah air tawar yang ditemukan di bawah permukaan tanah. Banyak masyarakat yang sumber kebutuhan airnya berasal dari air tanah. Akibat pengelolaan air limbah yang tidak baik, banyak air tanah yang tercemar oleh limbah. Limbah rumah tangga yang dialirkan bebas di atas permukaan tanah, akan merembes ke dalam tanah. Limbah itu akan disaring dan didaur ulang oleh tanah.

Kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur ulang limbah terbatas. Bila limbah yang dibuang ke tanah lingkungan telah melebihi kemampuan tanah untuk menyaring dan mendaur ulang maka limbah akan terus mengikuti aliran air tanah. Bila masyarakat sekitar membuat sumur atau sumur pompa maka tidak menutup kemungkinan air sumur tersebut ikut tercemar. Apabila dikonsumsi oleh manusia, akan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

3. Pencemaran Udara



Udara yang menyelimuti permukaan bumi mempunyai peranan besar bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Komposisi udara bersih dan kering tampak pada tabel berikut:

Apabila terjadi pencemaran maka susunan udara berubah dari susunan keadaan normal. Hal ini akan mengganggu perikehidupan manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara adalah pengotoran udara akibat masuknya bahan atau zat asing, energi dan komponen lainnya ke dalam udara. Hal itu dapat menyebabkan komposisi atmosfer abnormal. Pencemaran udara juga dapat diartikan sebagai adanya salah satu atau lebih komponen gas di udara dalam jumlah berlebihan. Pencemaran udara biasa terjadi di daerah perkotaan dan daerah industri.

Zat-zat pemcemar udara umumnya berupa debu, asap dan gas buangan hasil pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak dan batu bara, oleh kendaraan bermotor dan mesin pabrik. Gas-gas tersebut sangat mengancam kesehatan manusia, sebab gas-gas tersebut mengandung zat berbahaya.

1.    Asap dan debu

Asap adalah hasil pembakaran bahan organik yang tidak sempurna. Pembakaran hutan, plastik, dan sampah organik akan menghasilkan asap yang mempunyai dampak langsung kepada fungsi mata dan saluran pernapasan. Sehingga asap sangat mengganggu kesehatan makhluk hidup dan apabila asap terkumpul di atmosfer akan mengganggu pandangan dan menghambat cahaya matari.

2.    Karbon monoksida (CO)

Merupakan gas hasil pembakaran tidak sempurna oleh mesin kendaraan bermotor. Apabila gas ini terhirup, maka gas tersebut akan ikut beredar dalam darah manusia. Gas ini mempunyai daya ikat terhadap sel darah merah lebih tinggi ketimbang daya ikat sel darah merah terhadap oksigen. Apabila keracunan gas CO akan menyebabkan pusing-pusing, gangguan saraf dan menyebabkan pingsan.

3.    Karbon dioksida (CO2)

Karbon dioksida dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar organik, seperti minyak bumi, batu bara, kayu, serta mesin pabrik maupun kendaraan bermotor. Akan tetapi, setiap makhluk hidup pasti menghasilkan zat sampingan berupa karbon dioksida. Bila kadar dalam tubuhnya berlebihan, akan sangat mengganggu kesehatan. Dan apabila kadarnya di atmosfer meningkat menyebabkan peningkatan suhu bumi.

4.    Sulfur oksida

Merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil, juga dapat berasal dari letusan gunung berapi. Bila senyawa tersebut bertemu dengan air akan bereaksi dan membentuk senyawa asam.

5.    Nitrogen oksida

Merupakan senyawa hasil pembakaran bahan bakar fosil dan pembusukan bahan-bahan organik yang mengandung protein. Seperti halnya sulfur oksida, apabila gas ini bertemu dengan air akan bereaksi membentuk senyawa asam.

6.    CFC (Chlorofluorocarbon)

CFC biasa digunakan sebagai bahan pendingin AC dan kulkas atau bisa juga sebagai aerosol pada penyemprot rambut dan obat nyamuk. CFC amat ringan, sehingga setelah lepas dari semprotan akan terangkat ke atmosfer bumi yang lebih tinggi. Bila bertemu ozon maka terjadilah peningkatan ozon yang merupakan lapisan atmosfer bumi sebagai pelindung makhluk hidup di bawahnya dari radiasi sinar ultraviolet. Maka hal ini akan mengancam kehidupan di permukaan bumi.

Beberapa zat polutan di udara yang juga berdampak negatif pada kehidupan manusia :

·       Senyawa dalam asap dapat menyebabkan mata perih. Bila berlebihan dapat menyebabkan pandangan kabur.

·       Ozon akan menyebabkan iritasi saluran pernapasan dan kecil kemampuan paru-paru melawan infeksi.

·       Karbon dioksida, bila terhirup akan mengurangi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen, sehingga menyebabkan fungsi koordinasi otak menurun.


Explorasi:

Cobalah cari informasi di internet mengenai prinsip kerja cerobong asap atau pesawat cotrel. Buat dalam bentuk makalah dan beri keterangan gambar, lalu kumpulkan pada gurumu pada pertemuan selanjutnya!


4. Pencemaran Tanah

Tanah yang subur adalah tanah yang kaya unsur hara, humus, zat organik dan cukup air. Pada tanah yang suburlah proses-proses kehidupan tumbuhan, hewan, serta mikroba tanah berlangsung dengan baik. Bila ada komponen lain yang masuk ke dalam tanah sehingga mengganggu keseimbangan ekologi tanah maka terjadilah pencemaran tanah. Biasanya pencemaran tanah disebabkan oleh limbah industri, hujan asam, limbah rumah tangga, dan tumpahan minyak. Benda-benda yang mencemari tanah pada umumnya berupa kertas, kaleng, kantong plastik, betrai bekas, pestisida serta senyawa racun dan kimia lainnya.

Berdasarkan sifatnya, polutan-polutan tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

a.    Polutan yang dapat diuraikan oleh proses alam (biodegradable). Contohnya kayu, kertas, bahan sisa makanan, sampah-sampah dedaunan.

b.  Polutan yang tidak dapat diuraikan oleh proses alam (nonbiodegradable). Contohnya gelas, pestisida, residu radioaktif, dan logam toksik. Bahan yang tidak terurai tersebut akan tetap berada pada lingkungan hingga ratusan bahkan ribuan tahun. Sehingga akan mengganggu keseimbangan ekosistem.

5. Pencemaran suara

        Pencemaran suara disebabkan oleh suara bising secara terus-menerus. Satuan kekuatan suara adalah desibel (dB). Sumbernya adalah suara petir, suara lalulintas darat, pesawat terbang,mesin pabrik, dan suara gaduh lainnya. Kekuatan suara berbagai kegiatan berbeda-beda. Suara dianggap sebagai pencemar apabila suara yang tidak diinginkan masuk ke lingkungan manusia, sehingga mengganggu aktivitas manusia. Bahkan suara yang terlalu
keras dapat merusak fungsi telinga.


 
 

Tugas Proyek: Praktik membuat produk peredam suara.

         Ada beberapa bahan yang bisa Anda manfaatkan sebagai peredam suara, seperti halnya tempat telur. Namun, untuk menjadikan tempat telur sebagai peredam suara yang maksimal, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Berikut ini caranya:

1.    Terlebih dahulu bersihkan dinding dari kotoran dan pastikan ruangan yang akan dipasang peredam suara tidak lembap.

2.    Karena, pada dasarnya tempat telur memang sangat rentan terhadap air dan kelembapan. Ketika Anda akan memasang peredam suara di suatu ruangan, pastikan jika atap tidak bocor dan jika memang bocor segera perbaiki agar bocoran tidak menyebar dan merusak dinding kedap suara.

3.    Jika dinding sudah bersih, tempelkan karpet ke seluruh dinding ruangan dengan menggunakan paku.

4.    Setelah karpet sudah tertempel rapi pada dinding, ambil tempat telur dan rekatkan dua tempat telur ke dinding dengan menggunakan staples atau lem. Jajarkan tempat telur tersebut hingga menutupi seluruh bidang ruangan. Lakukan hal tersebut pada bagian plafon.

5.  Untuk menutupi celah diantara jajaran tempat telur, gunakan lakban kertas. Setelah dinding telah terpasang busa telur, laburkan cat tembok warna putih. Gunanya sebagai lapisan cat dasar.

6.    Yang terakhir, semprotkan cat warna-warni ke dinding dan plafond an biarkan hingga mengering dengan baik.


D.  DAMPAK PERUBAHAN LINGKUNGAN

 Manusia mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap lingkungan hidupnya.  Terdapat hubungan yang saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan hidupnya. Perubahan pada satu subsistem dalam ekosistem akan dapat menimbulkan goncangan ekologis.  Alam sendiri menyediakan mekanisme keseimbangan alamiah, namun kadang-kadang perubahan tersebut tidak dapat dinetralisir oleh mekanisme tadi, terlebih lagi apabila perubahan itu sengaja dibuat manusia.   Dengan demikian manusia akan menjadi faktor penyebab utama terhadap berbagai daur biologi di lingkungan hidupnya.

Beberapa tipe perubahan lingkungan karena perbuatan manusia terhadap daur biologi dapat dikelompokkan menjadi:

1.         bertambah dalam volume dan kecepatan daur biologi

2.       bertambah dalam volume, kecepatan daur biologi berkurang

3.       berkurang dalam volume, kecepatan daur biologi bertambah

4.       berkurang dalam volume dan kecepatan daur biologi

5.       penambahan materi sintetik mempunyai dampak terhadap daur biologi

Perubahan lingkungan hidup dapat menimbulkan berbagai masalah langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia, karena itu kita mulai menghadapi apa yang dinamakan masalah lingkungan hidup. 

E.  AKIBAT PENCEMARAN SECARA GLOBAL

Berbagai bahan pencemar tidak hanya merugikan makhluk hiduo jenis tertentu, tetapi telah berpengaruh kepada dunia secara global.

1.     Hujan Asam

Zat Nox dan SOx di udara akan mengakibatkan hujan asam. Ini berarti terjadi perubahan pH air hujan. Perubahan pH air hujan yang terlalu tinggi mengakibatkan rusaknya jaringan tumbuhan. Bila udara lembap yang mengandung uap air asam terhirup oleh pernapasan manusia akan mengakibatkan iritasi pada saluran pernapasan. Hujan asam juga berdampak pada ekosistem air. Sebab yang jatuh ke sungai menyebabkan pH air sungai menurun secara berlebihan. Sehingga akan sangat mengganggu komunitas biota ekosistem air. Dan ekosistem daratan menjadi tandus sehingga menghambat pertumbuhan tanaman.

Dampak tingkat pencemaran dibedakan menjadi 3 sesuai akibatnya, sebagai berikut:

a.  Polusi yang mulai menyebabkan iritasi/gangguan ringan pada panca indra dan tubuh serta telah mengakibatkan kerusakan ekosistem lainnya. Misalnya gas buangan kendaraan bermotor yang mengakibatkan mata tidak nyaman.
b.    Pencemaran yang sudah mengganggu reaksi tubuh dan menyebabkan sakit yang kronis. Misalnya, polusi Hg (air raksa) di Minamata Jepang yang mengakibatkan kanker dan lahirnya bayi cacat.
c.     Pencemaran yang tingkat zat-zat pencemarnya sangat besar sehingga menyebabkan gangguan dan penyakit atau kematian di lingkungan. Misalnya pencemaran nuklir.


Gambar Proses Hujan Asam

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada youtube berikut ini:

2.    Penipisan Lapisan Ozon

Lapisan ozon merupakan selimut atmosfer bumi. Lapisan ini mencegah radiasi ultraviolet cahaya matahari. Akibat pencemaran CFC, banyak partikel ozon terikat oleh radikal klor dari CFC. Selanjutnya, terjadilah penipisan lapisan ozon dan kemungkinan terbentuk lubang lapisan ozon. Hal ini yang menyebabkan intensitas sinar ultraviolet sampai ke permukaan bumi meningkat tajam. Akibatnya timbul penyakit mematikan oleh pengaruh sinar ultraviolet yang sangat besar.

Gambar Proses Lapisan Ozon


3.    Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca terjadi karena di atmosfer bumi ada gas yang mampu menyerap sinar inframerah, yaitu sinar panas yang dipancarkan ke bumi. Gas yang mampu memberikan efek rumah kaca dikenal dengan gas rumah kaca (GRK), yang terdiri dari CO2, nitrogen oksida, uap air, maupun CFC. Bila gas-gas tersebut bergabung akan membentuk awan yang memiliki sifat seperti kaca, yaitu dapat ditembus cahaya matahari, tetapi menyerap sinar panas (inframerah). Bila gas rumah kaca terus meningkat maka efek rumah kaca yang meningkat juga menimbulkan suhu permukaan bumi naik sehingga disebut pemanasan global.

Gambar Proses Efek Rumah Kaca

Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada youtube berikut ini:


 CCARA MENGATASI PENCEMARAN

           Berikut ini usaha-usaha yang dapat dilakukan sebagai berikut:

1.      Mengatasi Pencemaran Air

Pencemaran air oleh limbah rumah tangga dalam bentuk sampah dan air limbah, dapat dicegah dengan cara-cara berikut:

  1. Membuat tempat penampungan limbah yang berupa air buangan
  2. Membuat tempat pembuangan sampah
  3. Membuat lubang untuk memuang sampah selanjutnya, ditimbun dengan tanah
  4. Memanfaatkan sampah untuk dibuat pupuk (kompos)

Pada limbah pertanian, pencemaran air dapat dicegah dengan cara:

  1. Pengaturan terhadap penggunaan pupuk buatan (yaitu menggunakan pupuk hanya pada saat tanaman tumbuh, tidak memupuk lahan kosong, tidak memupuk ketikan hujan, dan tidak membuang sisa pupuk ke sungai dan danau).
  2. Mencegah limbah pertanian agar tidak mengalir ke sungai dan danau
  3. Menggunakan pestisida yang mudah diuraikan oleh alam
  4. Menanam tanaman pertanian yang kebal terhadap serangga hama
  5. Menggunakan metode/cara lain selain menggunakan pestisida, misalnya dengan biological control. 

Pencemaran air oleh limbah industri dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara pembuangan limbah industri yang diatur sedemikian rupa sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem. Setiap pabrik harus memiliki penampungan limbah. Limbah pabrik kemudian diproses atau diolah. Dengan demikian bahan dari limbah yang berupa zat-zat beracun dapat dihilangkan. Pencemaran air oleh logam yang berasal dari industri dapat dicegah atau diatasi dengan cara menaman tumbuhan sejenis alang-alang di sekitar perairan tempat pembuangan limbah. Pencemaran air oleh limbah minyak dapat dicegah atau ditanggulangi dengan cara menghindari kebocoran minyak di laut baik oleh kapal tanker maupun pengeboran minyak lepas pantai. Namun apabila kebocoran terjadi maka minyak dibersihkan dengan cara bioremediasi. Bioremediasi adalah penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan polusi. Selain itu pembersihan minyak di laut juga dapat dilakukan dengan cara membuat penghalang mekanik sehingga air laut yang tercemar minyak tidak mencapai pantai. Kemudian dilakukan penyedotan terhadap tumpahan minyak tersebut.

2.      Mengatasi Pencemaran Udara

Polusi udara dapat disebabkan oleh beberapa polutan, antara lain CO2, CO, NO2, SO2, CFC dan asap. Oleh karena itu, pencegahan dan penanggulannya dapat dilakukan berdasarkan sumber polutannya. Sumber polutan berupa karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara mencegah penebangan hutan untuk lahan pertanian mengurangi penggunaan bahan bakar minyak, misalnya dengan mencari sumber alternatif pengganti bahan bakar minyak, dan memperluas daerah penghijauan dan reboisasi.

Polusi oleh CFC dapat ditanggulangi dengan cara mengurangi penggunaan CFC. Sehingga kehancuran lapisan ozon dapat dikurangi. CFC dapat berada di atmosfer dalam jangka waktu yang sangat lama. CFC membutuhkan waktu sekitar seratus tahun agar bisa hilang. Polusi udara oleh asap ditimbulkan oleh kegiatan manusia. Polusi oleh asap dapat dicegah dan ditanggulangi dengan cara mencegah pembakaran bahan-bahan beracun di udara terbuka, mencegah terjadinya kebakaran hutan, dan menggunakan bahan bakar yang sedikit menggunakan asap.

3.      Mengatasi Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah yang ditimbulkan oleh pestisida. Pencegahan dan penanggulangannya dengan cara menggunakan pestisida sesuai dengan aturannya. Sedangkan penanggulangan pencemaran oleh limbah industri, yaitu pabrik harus memiliki tempat penampungan dan pengolahan limbah.

4.      Mengatasi Pencemaran Suara

Pencemaran suara dapat dicegah dan diatasi, antara lain dengan cara berikut.

  1. Tidak membunyikan televisi, tape, atau radio terlalu keras.
  2. Tidak membangun bandara di dekat pemukiman penduduk.
  3. Tidak membangun pabrik di dekat pemukiman penduduk.
  4. Para tenaga kerja pabrik yang berada pada lingkungan suara yang keras, dianjurkan menggunakan peredam suara di telinga.

Makhluk hidup membutuhkan lingkungan untuk tempat hidupnya. Karena makhluk hidup tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Lingkungan tempat tinggal sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup makhluk hidup yang tinggal di dalamnya. Sekian pembahasan mengenai pencemaran lingkungan. Semoga bermanfaat.


 

Referensi :

Anshori, Moch & Djoko Martono, 2009, Biologi 1: Untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)-Madrasah Aliyah (MA). Jakarta: Pusat Perbukuan.

Eddy, Karden. 2003. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan.

Endah S. dkk., 2013, Buku Guru Biologi untuk SMA/MA Kelas X Kurikulum 2013, Klaten, Intan Pariwara.

Irnaningtyas, 2010. Buku teks Biologi SMA/MA kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Priadi, Aris., 2009, Biology 1 For SenIor High School Year X, Yudhistira.

Sakka., A. 2016. Dampak Limbah Dan Polusi Terhadap Manusia Dan       Lingkungan.Alauddin Univercity Press

Soegianto, Agoes. 2010. Ilmu Lingkungan. Suarabaya: Pusat Penerbit dan Percetakan Unair (UAP)

Sri Pujiyanto, dkk., 2016, Buku siswa Menjelajah Dunia Biologi kelas X SMA/MA. Penerbit Tiga Serangkai.

Peraturan Pemerintah Republic Indonesia No.101 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun

Widayati, Sri, Siti Nur Rochmah, Zubedi. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X.  Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional

Yusa, Manickam B., 2013. Aktif dan Kreatif Belajar Biologi 1 Untuk Kelas X SMA/MA Peminatan MIPA, Bandung: Grafindo Media Tama.

Hartono, Slamet Prawiro. 2004. Sains Biologi Satu. Jakarta: Bumi Aksara. 

 

 


0 komentar:

Posting Komentar

 
PERUBAHAN LINGKUNGAN PERTEMUAN 1 Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template